141805Studi terbaru berhasil mengetahui bagaimana ingatan jangka panjang bisa terbentuk. Peneliti berharap penemuan itu bisa membantu ilmuwan mengembangkan cara perawatan berhubungan dengan ingatan.

Studi itu dilakukan oleh peneliti di Wake Forest University School of Medicine.

“Meskipun sudah diketahui ingatan terbentuk dari pengalaman berulang, tapi tidak banyak yang diketahui bagaimana ingatan terbentuk hanya dengan satu paparan,” kata Ashok Hegde Ph.D, ketua penelitian itu.

Ilmuwan sudah tahu orang cenderung mengingat secara tajam peristiwa yang membahagiakan maupun yang sedih karena hubungan emosional. Emosi yang ekstrim akan melepas zat kimia ke otak disebut norepinephrine yang berhubungan dengan adrenaline. Zat norepinephrine ini dalam satu hal membuat ingatan lebih panjang.

Sebagai contoh, orang akan cepat ingat peristiwa serangan teroris. Karena peristiwa itu merupakan tragedi.

Namun studi yang dilakukan oleh Hegde dan koleganya mencari tahu bagaimaan kerja norepinephrine. Tim mencari tahu apakah zat itu membantu tikus betina mengingat bau pasangan jantannya hanya dalam satu kali kawin.

Studi itu mendapati, sirkuit syaraf mengaktifkan olfactory bulb, tempat ingatan bau jantannya disimpan. Peneliti mendapati norepinephrine dilepas saat tikus kawin, mengaktifkan enzim yang disebut Protein Kinase C (PKC) terutama alpha isoform PKC di olfactory bulb. Enzim PKC ada di otak berbagai mamalia termasuk manusia.

“Kenyataan PKC-alpha diaktifkan saat keluarnya norepinephrine adalah penemuan penting. Itu menjelaskan bagaimana terbentuknya ingatan yang kuat,” kata Hegde. [ito]

Sumber: Inilah.com